*Haits Dha’if ke 2, Awal Ramadhan adalah Rahmad*
#EdisiRamadhan08
*Haits Dha’if ke 2, Awal Ramadhan adalah Rahmad*
Di penyampaian ceramah ramadhan , seringkali hadits dibawah ini muncul :
أولُ شهرِ رمضانَ رحمةٌ، وأَوْسَطُهُ مغفرةٌ، وآخِرُهُ عِتْقٌ من النارِ
“Ramadhan adalah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya maghfirah (ampunan) dan akhirnya pembebasan dari api neraka”.
*”Dha’if’”* *(Lemah)*
Hadits ini *diriwayatkan melalui dua jalur :*
1. Riwayat Ibnu Khuzaimah (No. 1887) dari Ali bin Hujr As Sa’di, dari Yusuf bin Ziyad, dari Hammam bin Yahya dari *Ali bin Zaid bin Jud’an* , dari Sa’id bin Musayyab dari Salman Al Farisi.
Hadits ini lemah karena *Ali bin Zaid bin Jud’an* seorang rawi yang lemah, Imam Yahya bin Ma’in mengatakan beliau tidak bisa dijadikan hujjah, Imam Ahmad mengatakan dia tidak kuat.
2. Diriwayatkan oleh Al-Khatib Al-Baghdadi dalam kitabnya Tarikhu Baghdad. Serta diriwayatkan juga oleh Ibnu Adiy, Ad-Dailami, dan Ibnu Asakir. Dari *Sallam bin Sawwar* dari *Maslamah bin Shalt* dari Az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Rasulullah.
Hadits ini lemah karena *Sallam bin Sawwar* . Ibnu Adiy mengatakan Haditsnya Munkar. Dan *Maslamah bin Shalt* menurut Abu Hatim seorang yang Matruk (karena pendusta dalam meriwayatkan hadits).
*Diantara Ulama yang Mengatakan Hadits ini Dhaif :*
1. Imam Abi Hatim rahimahullah berkata : “ Hadits munkar.” ( Al 'Illal no 733 )
2. Imam Ibnu Khuzaimah rahimahullah berkata : “ Apabila shah khabar ini.” ( Shahih Ibnu Khuzaimah 3/191-192 )
3. Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata : “ Diriwayatkan dari jalan lain, akan tetapi tidak ada jalan yang kuat dan jelas.” ( Ittihaaf no 5941 )
4. Syaikh Al Albani rahimahullah berkata : “ Munkar .” ( Adh Dha‟ifah 2/262 )
5. dll
*Kesimpulan :*
Hadits diatas mempunyai dua jalur, tapi kedua-duanya sama-sama sangat lemah, dan tidak bisa saling menguatkan.
Semoga setelah mengetahui bahwa hadits ini Dha’if’ (Lemah), kita tidak menyebarkannya lagi saat mendapatkan kiriman broadcast di sosial media.
Sebuah Catatan :
Kami sebagai penuntut ilmu, tidak berhak dan tidak pantas untuk mengkritik hadits. Karena kami sadar akan kebodohan dan keterbatasan ilmu kami.
Kami menyampaikan ini, karena rasa cinta dan sayang kami kepada sesama kaum muslimin, agar terhindar dari ancaman Nabi berupa neraka. Dan semoga kita di kumpulkan di Syurga-Nya kelak, Aamiin.
Oleh karena itu, kami hanya mengutip dari Pembahasan Hadits Dha’if :
1. Hadits-Hadits Bermasalah, Prof. Dr. Ali Mustafa Yaqub, MA Hafidzahullah
2. Koreksi Hadits-hadits Dha’if populer, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi Hafidzahullah
3. 40 Hadits Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan, Abu Asma Andre
Semoga Allah mudahkan, Insyaa Allah bersambung...
Walahu a'lam
Grup Dakwah Islam Berkolaborasi dengan Berusaha Berbuat Baik Dakwah Media
✅ *Join Channel Kami :*
Dukung kami di :
Youtube : Berusaha Berbuat Baik ( youtube.com/c/berusahaberbuatbaik )
Telegram : @berusahaberbuatbaik ( t.me/berusahaberbuatbaik )
Instagram : @berusahaberbuatbaik
Web : berusahaberbuatbaik.blogspot.com
Halaman Facebook : @berusahaberbuatbaik
� *SILAHKAN SEBARKAN TANPA MENGUBAH ISINYA* �
Penulis : Raihan (Santri Ma’had Ukhuwah Islamiyyah, Surabaya)
0 komentar