Fiqih Praktis Puasa Ramadhan ke 4
Golongan yang Diberi Keringanan
Allah mewajibkan puasa Ramadhan dan Dia memberikan kemudahan pula, Siapa saja yang diperbolehkan tidak puasa?
1. Musafir
2. Orang Sakit
Allah berfirman :
وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.
(QS al-Baqarah [2]: 185)
3. Wanita Haid dan Nifas
Rasulullah bersabda :
أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ فَذَلِكَ نُقْصَانُ دِينِهَا
“Bukankah wanita jika sedang haid dia tidak shalat dan tidak puasa? Itulah bentuk kekurangan agamanya.”
(HR. Bukhari : 1951)
Para ulama juga telah bersepakat bahwa wanita haid dan nifas tidak boleh berpuasa dan puasanya tidak sah
(al-Mughni, Ibnu Qudamah, 4/397.)
4. Wanita Hamil
5. Wanita Menyusui dan Orang Lanjut Usia
Allah berfirman :
وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin.
(QS al-Baqarah [2]: 184)
قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَيْسَتْ بِمَنْسُوخَةٍ هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لَا يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا فَيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا
Ibnu Abbas d berkata, “Lelaki renta dan wanita renta yang berat berpuasa, mereka (dibolehkan) untuk berbuka dan memberi makan seorang miskin untuk setiap hari.”
(HR al-Bukhari: 4505)
Wallahu a'lam
Semoga Bermanfaat, Insyaa Allah Bersambung...
Diringkas Dari :
Fiqih Praktis Puasa Ramadhan, Ustadz Abu Ubaidah Hafidzahullah
👉 *SILAHKAN SEBARKAN TANPA MENGUBAH ISINYA* 👍
0 komentar