Hadits Dha'if Ke-4, Do'a Buka Puasa

by - Maret 31, 2021

Apabila Nabi berbuka puasa, beliau berdo’a, : اللَّهمَّ لكَ صُمْتُ وعلى رِزقِكَ أفطَرْتُ.......

“Dengan nama Alloh. Wahai Alloh, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki-Mu aku berbuka. 

*”Lemah Sekali"*

*Takhrij Ringkas*

Hadits ini *diriwayatkan melalui empat  jalur kesemuanya dalam status lemah Dha'if :*

1. HR. Au Dawud no 2358 , Al Baihaqiy dalam Sunan Al Kubraa 4/239, Ibnu Abi Syaibah 6/329, Imam Ibnu Sunniy dalam „Amalul no 479. Semuanya dari jalan Hushain dari Mu‟adz bin Zuhraah dari Nabi

Riwayat Ini Mursal seperti ucapan Al Imam Al Bukhari dalam Tarikhul Kabir.


2.  HR. Ath Thabraani dalam Al Awsaath 7/298 dari jalan Ismaa‟il bin „Amr Al Bajaliy dari Daud bin Zibriqaan dari Syu‟bah dari Tsabit Al Bunaniy dari Anas bin Malik  secara marfu‟.

Riwayat ini bermasalah dengan setidaknya 3 penyakit :

a. Ismaa‟il bin „Amr adalah rawi yang lemah sebagaimana dilemahkan oleh Al Imam Ad Daraaquthniy dimana beliau berkata : “ Lemah “ ( Adh Dhu‟afaa no 87 )

b. Daud perawi yang matruk, sebagaimana dikatakan oleh Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah dalam Tahdzibut Tahdzib 3/185.

c. Tafarud riwayat ini sebagaimana dikatakan oleh Al Imam Ath Thabraani dalam Al Awsath 7/298.


3. Diriwayatkan oleh Imam Ad Daraaquthni 2/185, Imam Ath Thabraani dalam Al Kabir 12/146 dari jalan „Abdul Malik bin Harun bin Antarah dari ayahnya dari kakeknya dari Ibnu „Abbas secara marfu‟.

Riwayat ini palsu – disebabkan seorang rawi yang bernama Abdul Malik bin Haruun dan dia dilemahkan oleh banyak ulama, diantaranya : Imam Abu Hatim berkata “ matruk., ditinggalkan haditsnya “ Imam Yahyaa bin Ma‟in berkata “ pendusta “, Imam Ibnu Hibban berkata “ pemalsu hadits.” 

( Lihat Mizanul „Itidaal 4/414 – 415 )


4. Diriwayatkan oleh Al Haarits bin Usaamah sebagaimana disebutkan dalam Al Mathaalibul „Aliyyah 6/141 dan sanadnya sangat lemah – dikarenakan terdapat rawi yang bernama Hamad bin Amr dimana Imam Al Bukhari berkata tentangnya “ munkarul hadits “ Imam Ibnu Hibban berkata : “ Dia memalsukan hadits. “ Imam Abu Zur‟ah berkata : “ haditsnya lemah.” 

( Lihat Mizanul „Itidaal 2/368 – 369 )


*Diantara Ulama yang Mengatakan Hadits ini Dhaif :*

1. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “ Tidak kuat.” ( Zaadul Ma‟aad 2/49 )

2. Al Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata : “ Diriwayatkan oleh Ad Daaraquthniy dan Ath Thabraaniy dengan sanad yang bersambung akan tetapi lemah.” 

( Al Futuuhaat Ar Rabaniyyah 4/341 )


*Semoga setelah mengetahui bahwa hadits ini Dha’if’ (Lemah), kita tidak menyebarkannya lagi saat mendapatkan kiriman broadcast di sosial media.*

*Do’a berbuka puasa yang shahih dari Nabi ﷺ  :*

Dari Ibnu Umar

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

 Rasulullah ﷺ apabila berbuka beliau mengucapkan: DZAHABAZH ZHAMAA`U WABTALLATIL 'URUUQU WA TSABATAL AJRU IN SYAA-ALLAAH 

(Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah tetap pahala insya Allah).

(HR. Abu Dawud 2357, Baihaqi 4/239, al-Hakim 1/422, dan ad-Daraquthni 240 dan berkata, “Sanadnya hasan.” Dan disetujui al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Talkhis Habir 2/802 dan al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil 920.)

Sebuah Catatan :
Kami sebagai penuntut ilmu, tidak berhak dan tidak pantas untuk mengkritik hadits. Karena kami sadar akan kebodohan dan keterbatasan ilmu kami.

Kami menyampaikan ini, karena rasa cinta dan sayang kami kepada sesama kaum muslimin, agar terhindar dari ancaman Nabi berupa neraka. Dan semoga kita di kumpulkan di Syurga-Nya kelak, Aamiin.

Oleh karena itu, kami hanya mengutip dari Pembahasan Hadits Dha’if  :
1. Koreksi Hadits-hadits Dha’if populer, Ustadz Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar As-Sidawi Hafidzahullah
2. 40 Hadits Lemah dan Palsu Seputar Ramadhan, Abu Asma Andre

Semoga Allah mudahkan, Insyaa Allah bersambung...

Walahu a'lam

*Beberapa Istilah (yang digunakan*

*Beberapa Kaidah*

👉 *SILAHKAN SEBARKAN TANPA MENGUBAH ISINYA* 👍


You May Also Like

0 komentar