Ayook Menghafal...
Ayook Menghafal...
Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Hai
sahabat, apa kabar...??? sudah lama tidak ketemu ya,,Maaf deh. In Syaa
Allah kali ini ana akan membahas tentang, cara menghafal dengan mudah, baik itu
menghafal Al-Qur’an, pelajaran, dan hal-hal yang menyangkut kebaikan sih.
Sebagai
manusia, ilmu itu sangat mulia, sangat dibutuhkan, apa-apa kita harus pakai
ilmu, iya Ian...??? Mengambil minuman pun, kalau tidak tahu caranya, ya tidak
bisa juga. Oleh karena itu, ayo kita bahas, cara agar mudah menghafal :
1. Meluruskan Niat.
Sesuai dengan sabda
Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam yang ditulis Imam Nawawi dalam
kitabnya Arba’in.
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى(راوه البخاري ومسلم)
Sesungguhnya setiap amal
itu(tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan
sesuai dengan apa yang diniatkannya...(HR. Bukhari no.
1,54,2529,3898,5070,6689,6953. Dan Muslim no. 1907)
Niat itu
banyak macamnya. Jika niatnya hanya untuk pribadi maka ilmu itu hanya pada diri
sendiri dan sifatnya terbatas, sebatas yang kita tahu. Jika niat kita hanya
untuk ujian,,,yaa sampai ujian selesai maka ia akan hilang. Maka niatkanlah
hanya karena Allah semata,lillahi ta’ala,,karena ilmu itu milik Allah,
in Syaa Allah ketika kita niatkan karena Allah, maka Allah akan memberikan
kemudahan bagi hamba-hambaNya.
Jangan lupa berikhtiar, jangan niat doang,tapi tidak ada usaha, kayak menunggu
makanan jatuh dari langit yang tidak mungkin
turun. Dan kita jangan sampai merasa lemah/berputus asa, karena Rasulullah
Shallallahu ’alaihi wa sallam :
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ
وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ
عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ
شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ
قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ(راوه مسلم)
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah
Subhanahu wa Ta'ala daripada orang mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan.
Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah,
jangan engkau lemah. . Jika
engkau tertimpa sesuatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku
lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah
jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena
perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithan.”
(HR. Muslim no. 2664, dari Abu Hurairah)
2. Jauhi Maksiat.
Maksiat membuat hati kita menjadi keras, buntu, hilang arah, dan
menyebabkan ilmu susah masuk. Apalagi ketika guru memberikan materi
pembelajaran, sedangkan hati kita dalam kondisi dongkol kepada guru tersebut. Maka
ilmu itu tidak akan masuk, walaupun masuk tetapi hilang keberkahannya. Karena
ketika kita melakukan maksiat atau dosa, maka Allah akan menimpakan musibah, yakni
dengan dicabutnya keberkahan ilmu tersebut, karena Allah sendiri yang
menyebutkan dalam firman-Nya dalam surat Asy-Syuuraa ayat 30 :
وَمَا
أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan
apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan
(dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu)”
(QS.Asy-Syuura:30).
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika
menafsirkan ayat ini, beliau berkata, “Allah Ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia, (baik) pada
diri, harta maupun anak-anak mereka, serta pada apa yang mereka sukai, tidak
lain sebabnya adalah perbuatan-perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka
lakukan…”Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA (Muslim.or.id,1431 H)
Bagaimana mungkin ketika kita mengharapkan
keberkahan ilmu dan mudah dalam menghafalnya. Sedangkan kita senantiasa
bermaksiat kepada Allah, sang pemilik ilmu. Maka tidak akan ada yang datang
kecuali hanyalah musibah. Walaupun berhasil dalam menggapai ilmu tersebut, kecuali
telah hilang keberkahannya.
Sebaliknya, jika kita meningkatkan amal shaleh
dan berharap-harap cintanya Allah. Maka Allah akan membantu kita dalam
menggapainya.
3. Tingkatkan Amal Shaleh.
Perbanyak beribadah, baik sedekah, shalat ke masjid, shalat sunnah,
tolong menolong dan hal-hal yang mengandung kebaikan lainnya yang bersifat
ibadah maupun amal kebaikan kepada manusia lainnya. Ketika kita telah
senantiasa beramal shaleh baik yang wajib dan ditambah dengan yang sunnah, maka
Allah akan mencintai kita dan ketika Allah telah cinta kepada kita, maka kita
akan senantiasa dilindungi, dan bantu oleh Allah. Karena Rasulullah bersabda dalam
hadis Qudsi yang dituliskan Imam Nawawi dalam kitabnya.
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ
عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَماَ يَزَالُ
عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا
أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ
بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا،
وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
[رواه
البخاري]
“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan
amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku
senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku
mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya
yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk
melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang, menjadi kakinya yang
ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku
mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya”
(HR. Bukhari no. 2506,6502).
Ketika kita telah dicintai Allah, maka akan mudah ilmu tersebut masuk,
karena kita telah meraih cintanya pemilik ilmu. Seperti seseorang yang meminjam uang kepada seorang
pengusaha sukses, pastilah perlu banyak prosedur dan kerumitan yang kita
hadapi, karena kita tidak kenal dengan pengusaha tersebut. Sebaliknya, ketika
kita telah dekat, dan menjadi sahabatnya pengusaha tersebut, maka akan mudah
proses pinjam meminjamnya.
Oke sahabat, sekian dulu ya dari ana. Semoga
bermanfaat dan bisa diamalkan terutama diri ana sendiri. Wallahu a'lam.
Kabupaten 50 Kota, 8 Rabi’ul Akhir 1439 H (26/12/2017)
Koreksi ulang, admin Dakwah Berusaha Berbuat
Baik.
Padang, 14 Rabi’ul Akhir 1439 H (1/1/2018)
Rujukan :
1. Arba’in An Nawawiyyah, Imam Nawawi
2.
Mukhtasar
Shahih Muslim, Imam Al-Mundziri
3. Shahih Bukhari, Imam Bukhari
4.
Ustadz
Abdullah bin Taslim al-Buthoni,MA., muslim.or.id
“Barang siapa
mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang
diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.
Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa
sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa
mereka sedikit pun."
(HR.Muslim)
Bagi Ikhwan dan
Akhwat yang ingin berdakwah dengan tulisannya, silakan kirim ke email kami berusahaberbuatbaik@gmail.com ,
jangan ragu-ragu, jika ada yang kurang cocok isinya, In Syaa Allah kami akan
membantu memperbaiki, tanpa mengubah kerangka asli yang akan di sampaikan.
Dukung kami di :
Instagram : berusahaberbuatbaik
Facebook :
Dakwah Generasi Muda
Halaman Fb
: berusahaberbuatbaik
Website : berusahaberbuatbaik.blogspot.com
0 komentar