Ayook Menghafal...

by - Januari 03, 2018


Ayook Menghafal...

Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
   Hai sahabat, apa kabar...??? sudah lama tidak ketemu ya,,Maaf deh. In Syaa Allah kali ini ana akan membahas tentang, cara menghafal dengan mudah, baik itu menghafal Al-Qur’an, pelajaran, dan hal-hal yang menyangkut kebaikan sih.
   Sebagai manusia, ilmu itu sangat mulia, sangat dibutuhkan, apa-apa kita harus pakai ilmu, iya Ian...??? Mengambil minuman pun, kalau tidak tahu caranya, ya tidak bisa juga. Oleh karena itu, ayo kita bahas, cara agar mudah menghafal :

   1.  Meluruskan Niat.
   Sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam yang ditulis Imam Nawawi dalam kitabnya Arba’in.
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى(راوه البخاري ومسلم)
 Sesungguhnya setiap amal itu(tergantung) pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya...(HR. Bukhari no. 1,54,2529,3898,5070,6689,6953. Dan Muslim no. 1907)
   Niat itu banyak macamnya. Jika niatnya hanya untuk pribadi maka ilmu itu hanya pada diri sendiri dan sifatnya terbatas, sebatas yang kita tahu. Jika niat kita hanya untuk ujian,,,yaa sampai ujian selesai maka ia akan hilang. Maka niatkanlah hanya karena Allah semata,lillahi ta’ala,,karena ilmu itu milik Allah, in Syaa Allah ketika kita niatkan karena Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan bagi hamba-hambaNya.
   Jangan lupa berikhtiar, jangan niat doang,tapi tidak ada usaha, kayak menunggu makanan jatuh dari langit yang tidak mungkin  turun. Dan kita jangan sampai merasa lemah/berputus asa, karena Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa sallam :
الْمُؤْمِنُ الْقَوِىُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِى كُلٍّ خَيْرٌ احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ وَإِنْ أَصَابَكَ شَىْءٌ فَلاَ تَقُلْ لَوْ أَنِّى فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا. وَلَكِنْ قُلْ قَدَرُ اللَّهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ(راوه مسلم)
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala daripada orang mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah. . Jika engkau tertimpa sesuatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu syaithan.” (HR. Muslim no. 2664, dari Abu Hurairah)

2. Jauhi Maksiat.
   Maksiat membuat hati kita menjadi keras, buntu, hilang arah, dan menyebabkan ilmu susah masuk. Apalagi ketika guru memberikan materi pembelajaran, sedangkan hati kita dalam kondisi dongkol kepada guru tersebut. Maka ilmu itu tidak akan masuk, walaupun masuk tetapi hilang keberkahannya. Karena ketika kita melakukan maksiat atau dosa, maka Allah akan menimpakan musibah, yakni dengan dicabutnya keberkahan ilmu tersebut, karena Allah sendiri yang menyebutkan dalam firman-Nya dalam surat Asy-Syuuraa ayat 30 :
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan (dosa)mu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)” (QS.Asy-Syuura:30).

   Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menafsirkan ayat ini, beliau berkata, “Allah Ta’ala memberitakan bahwa semua musibah yang menimpa manusia, (baik) pada diri, harta maupun anak-anak mereka, serta pada apa yang mereka sukai, tidak lain sebabnya adalah perbuatan-perbuatan buruk (maksiat) yang pernah mereka lakukan…”Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA (Muslim.or.id,1431 H)

   Bagaimana mungkin ketika kita mengharapkan keberkahan ilmu dan mudah dalam menghafalnya. Sedangkan kita senantiasa bermaksiat kepada Allah, sang pemilik ilmu. Maka tidak akan ada yang datang kecuali hanyalah musibah. Walaupun berhasil dalam menggapai ilmu tersebut, kecuali telah hilang keberkahannya.
   Sebaliknya, jika kita meningkatkan amal shaleh dan berharap-harap cintanya Allah. Maka Allah akan membantu kita dalam menggapainya.


   3. Tingkatkan Amal Shaleh.

   Perbanyak beribadah, baik sedekah, shalat ke masjid, shalat sunnah, tolong menolong dan hal-hal yang mengandung kebaikan lainnya yang bersifat ibadah maupun amal kebaikan kepada manusia lainnya. Ketika kita telah senantiasa beramal shaleh baik yang wajib dan ditambah dengan yang sunnah, maka Allah akan mencintai kita dan ketika Allah telah cinta kepada kita, maka kita akan senantiasa dilindungi, dan bantu oleh Allah. Karena Rasulullah bersabda dalam hadis Qudsi yang dituliskan Imam Nawawi dalam kitabnya.
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ، وَماَ يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَلَئِنْ سَأَلَنِي لأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيْذَنَّهُ
[رواه البخاري]
“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan wajib yang Kucintai. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk memegang, menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia memohon sesuatu kepada-Ku, pasti Aku mengabulkannya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku akan melindunginya” (HR. Bukhari no. 2506,6502).

   Ketika kita telah dicintai Allah, maka akan mudah ilmu tersebut masuk, karena kita telah meraih cintanya pemilik ilmu. Seperti  seseorang yang meminjam uang kepada seorang pengusaha sukses, pastilah perlu banyak prosedur dan kerumitan yang kita hadapi, karena kita tidak kenal dengan pengusaha tersebut. Sebaliknya, ketika kita telah dekat, dan menjadi sahabatnya pengusaha tersebut, maka akan mudah proses pinjam meminjamnya.

   Oke sahabat, sekian dulu ya dari ana. Semoga bermanfaat dan bisa diamalkan terutama diri ana sendiri. Wallahu a'lam.

Kabupaten 50 Kota, 8 Rabi’ul Akhir 1439 H (26/12/2017)
   Koreksi ulang, admin Dakwah Berusaha Berbuat Baik.
Padang, 14 Rabi’ul Akhir 1439 H (1/1/2018)



Rujukan :
1.       Arba’in An Nawawiyyah, Imam Nawawi
2.       Mukhtasar Shahih Muslim, Imam Al-Mundziri
3.       Shahih Bukhari, Imam Bukhari
4.       Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni,MA., muslim.or.id


“Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun."
(HR.Muslim)
   Bagi Ikhwan dan Akhwat yang ingin berdakwah dengan tulisannya, silakan kirim ke email kami berusahaberbuatbaik@gmail.com , jangan ragu-ragu, jika ada yang kurang cocok isinya, In Syaa Allah kami akan membantu memperbaiki, tanpa mengubah kerangka asli yang akan di sampaikan.
Dukung kami di :
Instagram : berusahaberbuatbaik
Facebook  : Dakwah Generasi Muda
Halaman Fb  : berusahaberbuatbaik









                                                                                                                                            

You May Also Like

0 komentar